Kamis, 27 April 2017

Peremajaan Pengurus RW 25 Abadijaya

Pemilihan Pengurus RW 25 Abadijaya

Saatnya, warga RW 25 Griya Lembah Depok memilih Pengurus RW baru, peremajaan....Dari kata peremajaan, idealnya, yang maju adalah warga yang berumur kurang dari 50 tahun, tetapi nyatanya, yang maju adalah tokoh Incubent, Bapak Bekti Kadarusman, mantan kipper Persija tahun 1970-an dan Bapak Chaidir Tasran, Dosen Universitas Trisakti-Jakarta, bidang Ilmu Transportasi....syukur alhamdulillah, masih ada yang maju......

Perjalanan panjang telah ditempuh oleh para Pengurus RT 1- 7 untuk memilih Pengurus RW baru.

Pada tanggal 25 Maret 2017, Musyawarah Pengurus RT melaksanakan musyawarah tentang pemilihan Pengurus RW baru, oeriode 2017 - 2020, sesuai Perda No 10 tahun 2002. Hasil musyawarah Pengurus RT, menetapkan pemilihan Pengurus RW dilakukan oleh Musyawarah RT yang calonnya diseleksi berdasarkan penjaringan oleh Panitia Pelaksana. Ketua Pengurus RW telah menetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Pengurus RW 025 No. 24/RW/GLD/IV/2017 tanggal 5 April 2017.

Dalam keputusan tersebut, ditetapkan susunan kepanitiaan sebagai pelaksana (Ketua Harindra Dwiki sbgai ketua dgn anggota 9 orang), dan Penasihat/Pengarah sebagai Steering Committee, terdiri dari 4 orang Penasihat, dan Ketua RW sebagai Penanggung Jawab. Selamat kepada Mas Hari dkk. telah menjaring calon Pengurus RW yang diedarkan kepada para Pengurus RT. Hasilnya tersaring 2 orang kandidat calon ketua RW seperti tersebut di atas.


Menurut informasi dan sesuai dengan tata cara yang dirancang Panitia, calon wajib mengemukakan misi-misinya. Visi dan Misi ke dua calon adalah sbb. :

Bekti Kadarusman 

Visi :
"Mewujudkan lingkungan RW 25 yang tertib dan nyaman"

Misi :
1. Menjaga kerukunan antar warga di RW 25
2. Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat
3. Berupaya meneruskan pembangunan di wil RW 25
4. Mengantisipasi permasalahan berada/ada di lingkungan

 Chaidir Tasran

Visi :
"Persatuan dan kesatuan di lingkungan RW 25"

Misi :
1. Kebutuhan fisik
2. Keamanan
3. Pengakuan
4. Harga diri
5. Aktualisasi diri

Sabtu, 15 Agustus 2015

7 KALIMAT PELEBUR DOSA

PELIHARALAH DENGAN 7 KALIMAT PELEBUR DOSA

MANUSIA di muka bumi ini tidak ada yang luput dari dosa. Karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dalam menjalankan kehidupan ini terkadang seseorang tertipu atas keindahan dunia dan permainan di dalamnya. Sehingga, yang baik terlihat buruk dan yang buruk terlihat baik. Itulah mengapa, kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah, agar dosa-dosa yang menumpuk dapat terkikis habis sebelum kita kembali pada-Nya.


Ada berbagai macam cara untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah. Salah satunya dengan mengamalkan 7 kalimat. Apa sajakah itu?

Al Faqih Abu Laits menegaskan, “Siapa pandai memelihara 7 kalimat, berarti mulia di sisi Allah dan para malaikat-Nya, diampuni dosanya oleh Allah sekalipun besar seperti jumpah buih lautan, dan ia memperoleh lezat/ manisnya taat, hidup dan matinya tetap dalam kebaikan, yaitu:

1. Setiap pekerjaan diawali dengan ucapan, “Bismillah (Dengan menyebut Asma Allah).”
2. Setiap pekerjaan dihabisi dengan ucapan, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).”
3. Ketika lisan terlanjur mengucapkan perkataan yang tiada berfaedah, segera beristighfar, berikut, “Astaghfirullah (Aku mohon ampun kepada Allah).”
4. Ketika hendak melakukan suatu pekerjaan di waktu datang/ besok, mengucapkan, “Inshaa Allah (Jika Allah menghendaki).”
5. Ketika menghadapi hal-hal yang tiada mampu menahannya/ yang tidak disukai hatinya, mengucapkan, “Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang luhur lagi Agung).”
6. Ketika tertimpa musibah mengucapkan, “Innaa lillaahi wa inna ilahi raaji’uun (Sungguh, kami adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya pula kami kembali).”
7. Tiada putus-putusnya lisan mengucapkan dua kalimah thayyibah/ dua kalimah syahadat, baik di malam atau pun siang hari.” (Dari Tafsir Hanafi).
Ini dua kalimah thayyibah/ syahadat, “Laa ilaaha illallahu muhammadur rasuulullah (Tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah).”

Sumber: Duratun Nasihin/Karya: Ust. Abu H.F. Ramadlan BA/Penerbit: Mahkota Surabaya

Jumat, 14 Agustus 2015

RW 25 ABADIJAYA SUKMAJAYA DEPOK: KEUTAMAAN BASMALAH - TANQIHUL QAUL

RW 25 ABADIJAYA SUKMAJAYA DEPOK: KEUTAMAAN BASMALAH - TANQIHUL QAUL: Kajian Bulan Agustus 2015 (15 Agustus 2015) Keutamaan Basmilah Assalamu alaikum wr. wb...... Inilah sekilas keutamaan membaca b...





 http://siswanto-mulyaman.blogspot.com/

RW 25 ABADIJAYA SUKMAJAYA DEPOK: KEUTAMAAN BASMALAH - TANQIHUL QAUL

http://siswanto-mulyaman.blogspot.com/

RW 25 ABADIJAYA SUKMAJAYA DEPOK: KEUTAMAAN BASMALAH - TANQIHUL QAUL: Kajian Bulan Agustus 2015 (15 Agustus 2015) Keutamaan Basmilah Assalamu alaikum wr. wb...... Inilah sekilas keutamaan membaca b...

KEUTAMAAN BASMALAH - TANQIHUL QAUL

Kajian Bulan Agustus 2015 (15 Agustus 2015)

Keutamaan Basmilah

Assalamu alaikum wr. wb......



Inilah sekilas keutamaan membaca basmalah. Sabda-sabda Rasulullah saw tentang Basmalah :

  • Tidak ada seorang hamba yang membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’ kecuali hancurlah setan, seperti hancurnya timah oleh api.
  • Tidak ada seorang hamba yang membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’ kecuali Allah memerintahkan pada Malaikat pencatat amal, untuk menulis pada buku catatan amal hamba tersebut, dengan seratus kebaikan.
  • Barangsiapa membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’ sekali, maka tidaklah menetap dosa-dosa nya (yang kecil) sebesar dzarrah.
  • Barangsiapa menulis ‘Bismillahirahmanirrahim’ dengan memperindah tulisannya karena mengagungkan Allah, diampunkan dosanya yang telah lalu dan yang akan dating.

Imam Khatib Al Bagdadi dan Ibnu As Sakir, meriwayatkan dari Zaid bin Sabit r.a. :

  • Ketika engkau menulis ‘Bismillahirahmanirrahim’ perjelaslah tulisan huruf Sin pada lafadz itu.

Bersabda Rasulullah saw :

  • Ketika salah satu dari kalian menulis ‘Bismillahirahmanirrahim’ maka panjangkanlah tulisan ‘Ar Rahman’.
  • Sesungguhnya Allah SWT menghiasi langit dengan bintang-bintang, dan menghiasi Malaikat dengan Jibril, dan menghiasi surga dengan bidadari dan gedung-gdeung, dan menghiasi para Nabi dengan Muhammaad saw. Dan menghiasi hari-hari dengan Jum’ah, dan menghiasi malam-malam dengan malam Lailatul qadri, dan menghiasi bulan-bulan dengan Ramadhan, dan menghiasi masjid-masjid dengan Ka’bah, dan menghiasi Kitab-kitab dengan Al Qur an, dan menghiasi Al Qur an dengan ‘Bismillahirahmanirrahim’.
  • Siapa yang membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’ ditulis namanya termasuk golongan orang-orang yang beruntung dan bebas dari kekufuran dan kemunafikan.

Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata : “Barangsiapa mengharap diselamatkan Allah dari siksa Malaikat Zabaniyah yang berjumlah sembilan belas, maka bacalah ‘Bismillahirahmanirrahim’, maka sesungguhnya ‘Basmalah’ itu terdiri dari sembilan belas huruf, karenanya Allah menjadikan dari setiap huruf, satu malaikat pelindung.”

Barangsiapa membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’diampunkan dosanya yang telah lalu.
Ketika kalian hendak berdiri (meninggalkan suatu majlis) membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’ dan ‘Shalallahu ala sayidina Muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallim’ maka ketika manusia hendak membicarakan kejelekan kalian, malaikat mencegahnya untuk berbuat demikian.

Ketika engkau sekalian duduk pada suatu majlis dan membaca ‘Bismillahirahmanirrahim’ dan ‘Shalallahu ala sayidina Muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallim’ maka sesungguhnya Allah mengutus seorang Malaikat untuk menjaga orang yang membaca itu, dan mencegah manusia membicarakan kejelekannya.

Diskusi
Dalam diskusi, berkembang  pentingnya memahami penerapan makna membaca basmalah untuk setiap aktifitas ibadah kita. Dalam sholat basmalah dibaca sirr (oleh Imam Syafii) dan menjadi satu kesatuan surat Al Fatihah....kalau berbeda, tdk mengapa sepanjang didukung dengan ilmu .... Hal ini mulai dipahami jamaah....

Perbedaan penafsiran hal-hal yang bersifat furuiyah, sudah terjadi sejak para Imam-imam Besar. Semua terpulang kepada pilihan-pilihan sepanjang dilakukan berdasarkan kaidah syariyah. Perbedaan adalah suatu keniscayaan. Berbeda sepanjang tidak prinsip (keluar dari syariah), tetap dalam menjadi kesatuan jamaah Islamiyah. Sikapi perbedaan  dengan penuh kebijakan. Menjadi makmum yang menerima dengan ikhlas (apapun kondisinya) mengikuti Imam, adalah sikap yang baik dan semoga menjadi amal yang utama......

Semoga bermanfaat dan menjadi keutamaan amal ibadah kita..., serta sampai berjumpa pada pengajian bulan depan dengan topik bahasan "fiqih qurban"......